Lahir Berkali-kali

Adam A. Abednego
1 min readJun 21, 2018

Beberapa tahun kebelakang, saya masih tidak paham tentang mengapa ulang tahun harus dirayakan ketika justru itu membuat kita setahun lebih dekat dengan kematian.

Saya pernah sekali mengeluhkan hal tersebut kepada seorang teman. Lalu dia dengan santai menjawab,

“Ya gapapa lah, seenggaknya mereka bisa ngerasain bahagia (setidaknya) sekali dalam setahun.”

Pada saat itu saya tidak berani membalas, karena memang jawaban tersebut bisa pelan-pelan saya terima.

Dari situ saya mulai menemukan bahwa ulang tahun adalah sebuah pengingat — kalau masih ada orang yang menyempatkan waktunya untuk sekedar mengucap selamat dan kalau kita sudah diberikan sebuah tanggung jawab kepada diri sendiri perihal hidup yang masih harus kita jalani.

Selamat sudah berhasil melewati setahun lagi kepada mereka yang lahir pada hari ini.

Beberapa yang diharapkan

Bukan ulang tahun namanya kalau tidak menyelipkan beberapa daftar keinginan. Tahun ini, saya berkali-kali menjanjikan diri sendiri untuk menulis sebuah buku dan menyelesaikannya pada hari ini sebagai kado kepada diri sendiri. Sayangnya, itu masih belum bisa terjadi. Tetapi, tersisa beberapa bulan lagi untuk menutup tahun dan berjanji untuk menepati janji, walaupun hanya untuk menepati janji saja sudah sulit setengah mati.

--

--