Mencari Jalan Lain

Adam A. Abednego
1 min readSep 15, 2020
Photo by Johannes Plenio on Unsplash

Mencari adalah perjalanan sunyi. Kau menyusuri belukar api untuk pulang ke kamar yang belum kau tinggalkan semalaman. Mimpi buruk begitu mustahil bagi pengagum maut.

Ulu hati sekarat. Cawan-cawan menolak diisi. Kau menjelma pesta di kematianmu sendiri. Sulur-sulur lampu mendesak keluar jendela — katanya, gelita memanggil mereka. Hari ini bulan cuti.

Di ujung jalan, kau yang bertumpu pada kedua lututmu terkesiap oleh bisik ricik ruh-ruh lalu:

mencari

​​adalah

menemukan

dirimu

sendiri.

--

--